Oleh: gispala | April 8, 2012

Danau Zamrud, Si Hijau Nan Memukau dari Propinsi Riau


Nun jauh di sebuah tempat di Kabupaten Siak, Riau, terdapat dua danau berdampingan yang airnya berwarna hitam. Danau Pulau Besar dan Danau Bawah itu terletak di daerah yang bernama Zamrud. Warga desa setempat sering juga menyebut dua danau itu dengan nama Danau Zamrud.

Sebutan zamrud sendiri diambil dari keelokan tempat tersebut, terutama jika dilihat dari udara. Pantulan airnya yang berwarna hitam di tengah hutan rawa menyerupai permata berwarna hijau. Di tempat itulah hidup satwa dan tumbuhan selama ratusan tahun.

Sejumlah satwa terkenal yang masih hidup di antaranya ikan arwana emas (Schleropages formasus), harimau sumatera (Panthera tigris sumatrensis), beruang merah (Helarctos malayanus), burung serindit (Loriculus galgulus), serta berbagai jenis ular.

Kawasan yang terletak kurang lebih 180 kilometer dari Pekanbaru, Riau, itu bisa ditempuh dalam waktu lebih kurang tiga jam perjalanan darat. Namun, begitu memasuki kawasan penyangga sekitar 35 kilometer dari kawasan inti, setiap pendatang harus meminta izin Badan Operasi Bersama (BOB) Coastal Plain Pekanbaru (CPP) Sumatera Basin untuk masuk ke lokasi tersebut. BOB CPP Sumatera Basin merupakan perusahaan konsorsium PT Bumi Siak Pusako dengan PT Pertamina Hulu yang mengeksplorasi kandungan minyak di kawasan
Zamrud. Menurut keterangan operator eksplorasi, sebagian kandungan minyak berada tepat di bawah permukaan air danau.

“Negeri Siak memang kaya minyak”, pungkas ku. Tak heran jika di pinggir jalan banyak pompa-pompa minyak, tapi sayang tidak ter-expose langsung dengan kamera handphone ku karena memang hp ku sedang lowbat waktu itu, hiks hiks *sedih😦. hanya ada satu foto ketika dalam perjalanan dengan gaya narsisku. walau cuman satu yang penting bisa narsis. hehe..

Area Zamrud itu sendiri merupakan area gambut basah. Hari itu pemandangan mengenaskan terlihat sebelum memasuki kawasan inti. Area pembukaan lahan kelapa sawit tampak semakin terbuka. Bekas pembakaran atau lahan yang terbakar menyisakan bekas hitam dan asap di lahan gambut. Di sebelah barat kawasan inti, tepatnya di Desa Dayun, Kecamatan Dayun, api kebakaran lahan masih menyala-nyala. Padahal, daerah itu merupakan daerah penyangga KSM Danau Pulau Besar dan Danau Bawah.

Suasana segar terasa saat memasuki kawasan inti. Di sepanjang jalan, pohon-pohon khas hutan rawa berdiri rapat. kawasan Zamrud merupakan kawasan hutan rawa primer di atas lahan gambut. Karena itu, tumbuhan dan ekosistem di dalamnya unik. Hutan rawa primer Zamrud berada di ketinggian 100-200 meter dari permukaan air laut. Secara geografis, lapisan tanah di tempat itu membentuk sebuah cekungan raksasa. Air yang berasal dari daerah di sekitarnya tertampung di danau. Pada musim hujan kedalaman air di danau itu bisa mencapai 20 meter. Pada musim ini suhu danau tidak berbeda dengan suhu udara normal. Ikan-ikan yang berada di dalam danau pun biasanya bermunculan. Warga setempat mengatakan, asal menyebut ikan, di danau pasti ada. Aku berpendapat daerah itu sangat cocok untuk kawasan resapan air. Kelak, jika dijaga dengan baik, bisa menjadi pemasok kebutuhan air di Siak. Hanya saja, kawasan ini sangat tergantung dari keberadaan hutan di sekitarnya.

Petang itu, menjelang matahari terbenam, sejumlah satwa di Danau Zamrud menampakkan diri. Burung elang terbang rendah dari pohon ke pohon di kerendahan, sedangkan kawanan kera/beruk bertengger di sebuah pohon sembari mengunyah makanan yang didapatkan dari hutan. “Benar-benar sesuatu banget deh”, kicauku.
Beberapa kawanku sesama forester bahkan bercerita, mereka juga kerap menjumpai harimau sumatera melintas jalan sekitar itu. Danau Zamrud menemui malam bersama satwa-satwa tersebut.

Seluruh keindahan yang ada di Danau Zamrud akan terasa nyata bila Anda langsung berkunjung ke Desa Zamrud. Untuk menuju danau ini, pengunjung bisa menempuh perjalanan dari Kota Pekanbaru dengan jarak sekitar 180 km, menggunakan kendaraan bermotor. Bila lancar, perjalanan akan memakan waktu sekitar tiga jam. Biasanya sih gak lancar, karena sepanjang jalanan hancur dan berlubang hingga kedalaman 5-7cm, gile bener deh dah kayak kolam pemancingan kalo lagi hujan😀.

Sobat gispala, barangkali ada minat mau kunjung bisa menghubungi ku ya. Insya Allah ku selalu siap untuk jadi guide nya. itung-itung sambil menikmati hidup sob. hehe🙂

Dimas Putra Ramadhan

081959002033

Tulisan ini juga ada disini http://dymash.wordpress.com/2012/04/08/danau-zamrud-si-hijau-nan-memukau-dari-propinsi-riau/

Tulisan Lainnya :


Responses

  1. […] ini juga ada disini https://gispala.wordpress.com/2012/04/08/danau-zamrud-si-hijau-nan-memukau-dari-propinsi-riau/ Like this:SukaBe the first to like this […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: