Oleh: gispala | Desember 27, 2013

Siwak; Sunnah Nabi dan Alternatif Pembersih Gigi Bagi Petualang


siwak

Termasuk sunnah yang paling sering dan yang paling senang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah bersiwak. Bersiwak merupakan pekerjaan yang ringan namun memiliki faedah yang banyak baik bersifat keduniaan yaitu berupa kebersihan mulut, sehat dan putihnya gigi, menghilangkan bau mulut, dan lain-lain, maupun faedah-faedah yang bersifat akhirat, yaitu ittiba’ kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mendapatkan keridhaan dari Allah subhanahu wata’ala. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

لسِّوَاكَ مَطْهَرَةٌ لِلْفَمِّ مَرْضَاةٌ لِلرَّبِّ (رواه أحمد)

“Siwak merupakan kebersihan bagi mulut dan keridhaan bagi Rabb”. [Hadits shahih riwayat Ahmad, Irwaul Ghalil no 66). [Syarhul Mumti’ 1/120 dan Taisir ‘Alam 1/62]

Siwak sebagai bagian adventure-equipment

Diantara banyak memiliki faedah, ternyata siwak juga sebagai alternatif pembersih gigi bagi petualang. Ada dua benda yang kadang bikin ribet petualang. Itulah sikat dan pasta gigi. Jika salah packing, sikat gigi bisa patah di perjalanan, pasta gigi bisa mrojol kepencet hingga berlumuran kemana-mana Selain itu proses menyikat gigi makan waktu. Mengambil, membuka, memencet, mengoles, menutupnya kembali. Baru ngosrek. Itupun kalau ada air buat kumur-kumur. Masa mau ditelan? Menelan pasta gigi itu bahaya, jika kebanyakan dapat menyebabkan osteoporosis dan kerusakan sistem syaraf. Serius.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sejak tahun 1986 menyarankan penggunaan Siwak (chewing stick) untuk membersihkan gigi. Menurut World Health Organization Report Series, Siwak dapat menghilangkan plak tanpa menyebabkan luka pada gigi. Siwak telah digunakan bangsa Babilonia semenjak 7000 tahun yang lalu, kemudian digunakan pula di zaman kerajaan Yunani dan Romawi, orang-orang Yahudi, Mesir dan masyarakat kerajaan Islam.

Penggunaan Siwak pada setiap negara berasal dari tanaman yang berbeda. Di Timur Tengah, sumber utama yang sering digunakan adalah pohon Arak (Salvadora persica), di Afrika Barat digunakan pohon limun (Citrus aurantifolia) dan pohon jeruk (Citrus sinesis). Akar tanaman Senna (Cassiva vinea) digunakan orang Amerika berkulit hitam, Laburnum Afrika (Cassia sieberianba) digunakan di Sierre Leone serta Neem (Azadirachta indica) digunakan di India.

Hasil-hasil penelitian Siwak yang diambil dari pohon arak (Salvadora persica) menyebutkan bahwa Siwak mengandung zat yang dibutuhkan untuk meningkatkan kesehatan mulut. Kandungan Siwak antara lain: bahan antiseptik, asam tanat yang bersifat astringensia dan minyak atsiri untuk meningkatkan air liur. Siwak dapat menyikat dengan baik, mudah digunakan, dan ramah lingkungan.

Berdasar pengalaman, Siwak yang digunakan untuk membersihkan gigi berukuran setengah sampai 2/3 panjang sikat gigi, berdiameter seukuran kelingking orang dewasa. Jika teman tak bawa Siwak, bisa dipotong menjadi dua bagian kecuali rela dipakai bersama. Biar tidak nyempil kalau disimpan di carriel, bisa dimasukkan kantong celana. Anda bisa bersiwak di mana saja, di dalam perjalanan maupun sambil tiduran di tenda selagi menikmati bentangan alam seperti foto di bawah ini.🙂

Tenda di Malam Hari

Penulis: Nondi Eff

Disunting oleh: Dimas Putra Ramadhan

Tulisan Lainnya :


Responses

  1. artikel nya sungguh bermanfaat sekali gan
    terimakasih ya atas postingan nya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: