Oleh: gispala | Juli 10, 2014

Antara Pendaki, Rokok dan Kopi


rokokpendaki

Bismillah..Assalammu’alaikum..

Apa kabar kawan? long time no see.. Terhitung sudah hampir satu tahun lamanya saya tidak menulis artikel di blog ini, kemana aja woyy? waah gak kemana-mana gan, cuma sibuk dengan aktifitas dunia sembari usaha recehan di toko outdoor online saya. Maklum gan ane pengangguran๐Ÿ˜€

W0kehlah postingan kali ini saya bermaksud ingin sedikit berbagi pengalaman dan berbagi kedamaian diantara judul diatas yang menurut saya cenderung tendensius ini. Sekali lagi, ini hanya sedikit berbagi gan, bukan memojokkan terlebih menghina rekan seperjuangan (pendaki dan pecinta alam).

Dari pengalaman sekian tahun lamanya saya menggeluti hobby yang satu ini tak jarang bahkan sering saya melihat rekan-rekan sesama pendaki yang sebagian besar adalah perokok dan penikmat kopi. Baik itu pada saat gathering atau kumpul-kumpul ataupun dalam aktivitas pendakian gunung, rasa-rasanya kedua alat pemersatu itu susah untuk dipisahkan. Saya sendiri tidak munafik, toh dulu saya adalah seorang perokok berat. Pada awalnya saya berkecimpung, saya hanya mengandalkan rokok sebagai alat pemersatu kami, yang mana pada saat itu hanya rokok dan kopi lah sumber diskusi dan teman perjalanan kami, sehingga hampa rasanya tanpa kedua nya.

Pendaki seharusnya patuh terhadap prinsip dan saling nasihat-menasihati

Ya, bisa dikatakan sudah saatnya kita hijrah ke arah yang lebih baik, walaupun sangatlah berat meninggalkan nya, akan tetapi saya meyakini bahwa seorang pendaki adalah seorang yang ber-idealisme tinggi dan patuh terhadap prinsip serta bahu membahu untuk saling nasihat-menasihati dalam kebaikan. Jika kita bukan seorang perokok, bertemu dan berkumpul dengan rekan-rekan perokok sudah sepatutnya kita tidak ikut-ikutan merokok bahkan kalaupun perlu kita menasihatinya agar segera menghindari dan berhenti dari kebiasaan tsb, walaupun ini kliatannya agak mainstream namun tidak ada salahnya bukan? Seperti firman Allah Ta’ala di bawah ini:

ูƒูู†ู’ุชูู…ู’ ุฎูŽูŠู’ุฑูŽ ุฃูู…ู‘ูŽุฉู ุฃูุฎู’ุฑูุฌูŽุชู’ ู„ูู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุชูŽุฃู’ู…ูุฑููˆู†ูŽ ุจูุงู„ู’ู…ูŽุนู’ุฑููˆูู ูˆูŽุชูŽู†ู’ู‡ูŽูˆู’ู†ูŽ ุนูŽู†ู ุงู„ู’ู…ูู†ู’ูƒูŽุฑู ูˆูŽุชูุคู’ู…ูู†ููˆู†ูŽ ุจูุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู

โ€œKamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang maโ€™ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.โ€ (QS. Ali Imron: 110)

Mencari teman atau rekan seperjalanan yang shalih

Jujur, buat saya pribadi mencari teman dan rekan yang shalih ini sangatlah sulit ditemukan di kalangan pendaki. Pengalaman hinggap dari satu forum komunitas ke komunitas lainnya isinya pun tetap sama. Saya tidak mengatakan mereka tidak baik, mereka sangatlah baik, berloyalitas tinggi, amanah, saling membantu, dll. Tetapi dari segi keshalihan adab dan akhlak sangatlah jarang. Bagi sebagian pandangan mereka, mendaki hanyalah sebatas keduniawian saja, menjadikan mendaki gunung hanya sebatas hobby saja, bahkan adapula hanya ikut-ikutan saja apalagi cuma niat buat cari jodoh saja (waduh ane banget ini gan, haha itu dulu ya :p)

Seseorang itu tergantung kepada kepribadian teman-temannya, sebagai contoh misalnya, gak mau kan kalau kita orang baik-baik tetapi kita di cap di lingkungan sebagai pemabuk kalau kita masih saja bergaul dengan si pemabuk dan teman-teman tukang mabuk? Seperti apa yang pernah dikatakan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasalam dalam sabdanya:

ุงู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฏููŠู’ู†ู ุฎูŽู„ููŠู’ู„ูู‡ู ููŽู„ู’ูŠูŽู†ู’ุธูุฑู’ ุฃูŽุญูŽุฏููƒูู…ู’ ู…ูŽู†ู’ ูŠูุฎูŽุงู„ูู„ู (ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุชุฑู…ุฐูŠ)

โ€œSeseorang itu tergantung kepada kepribadian teman dekatnya, maka hendaklah salah seorang diantara kalian melihat siapa yang dijadikan teman karibnya.โ€ [HR. At-Tirmidzi].

Antara pendaki, rokok dan kopi memang sudah sulit dipisahkan. Beberapa rekan perokok menafsirkan bahwa dengan merokok bermanfaat sebagai penghangat tubuh dikala dingin, memberi ketenangan pada saat panik melanda, tambah seduluran atau mempererat persaudaraan, bahkan ada salah satu rekan saya sebagai admin salah satu komunitas di twitter dengan semboyan khasnya yaitu jika menyapa harus memberi hashtag #SalamSatuCangkir, yang mana cangkir yang dimaksud adalah secangkir kopi dan tak jarang dari mereka ada yang upload foto cangkir kopi plus udud (baca: rokok).

Barangkali mungkin ini hanya sedikit sharing dari saya, masih banyak yang harus dilakukan di hari esok. Adapun dampak buruk dari rokok saya rasa sudah sangat banyak artikel dan bahasan tentang bahaya dari keduanya, saya rasa teman-teman sudah tahu dan faham mengenai ini. Sekiranya ada kata-kata atau kalimat yang rancu dan menyinggung hati rekan-rekan mohon dimaafkan. Saran, kritik dan masukan yang baik ditunggu di kolom komentar yah Sob!

Salam Lestari,

Dimas Putra Ramadhan

Tulisan Lainnya :


Responses

  1. Luar biasa, saya baru dengar ada org PA ini. hice gan,lanjutkan


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: